SOS Sebut Mayoritas Pemain dan Pelatih Asing di ISC Ilegal

421 views

Daftar Gratis Dapat Bonus Bosku..

SOS Sebut Mayoritas Pemain dan Pelatih Asing di ISC Ilegal - sesuatu fakta membuat kejutan dikatakan Save Our Soccer (SOS) terkait status pemain dan pengasuh asing di ajang indonesia Soccer Championship (iSC) A 2016. Dari hasil riset SOS, mayoritas pemain dan pengasuh asing di iSC A 2016 tak mencukupi syarat administrasi keimigrasian.

sos-sebut-mayoritas-pemain-dan-pelatih-asing-di-isc-ilegal

Dalam risetnya, SOS mendapatkan sebagian besar pemain dan pengasuh asing di iSC A 2016 tak mempunyai Kartu izin Tinggal tatkala/Terbatas (Kitas). sesungguhnya, Kitas ialah syarat mempekerjakan tenaga asing cocok atau sepadan Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2013.

Berbasickan data yang dimiliki #SOS, hingga putaran pertama diadakan tercatat ada 81 pemain dan pengasuh asing yang keluar masuk dan berkiprah di iSC A 2016. Dari jumlah tersebut, 64 orang memakai visa on arrival, 16 orang memakai visa kunjungan usaha dan seorang lagi tak diketahui type visanya.

"Visa on arrival itu visa turis dan berlaku 30 hari. Tidak bisa dipakai untuk bekerja. Visa kunjungan usaha itu berlaku dua bulan dan bisa diperpanjang maksimum tiga kali alias enam bulan," tutur Koordinator SOS, Akmal Marhali.

"Untuk pekerja yang perjanjian satu tahun mestinya harus mengurus KiTAS. Bukan mensiasati visa turis atau kunjungan usaha," lanjutnya.

berbasickan SOS, PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) -selaku pengurus bidang- sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk menyetop pemakaian pemain dan pengasuh asing ilegal demi reformasi tata kelola sepakbola nasional. Terlebih lagi, dalam regulasi dan manual iSC sudah ditetapkan aturan menimpa syarat pemakaikan pemain/pengasuh asing ialah paspor, KiTAS dan salinan perjanjian kerja, layaknya terdapatkan dalam pasal 32 ayat 1. tatkala, di pasal 33 terdapatkan bahwa GTS berhak melakukan pengesahan kepada dokumen yang dipersyaratkan kepada proses pendaftaran pemain.

"GTS tidak bisa melepaskan tangan kepada pembiaran ini. Mereka yang mengesahkan boleh tidaknya pemain dan pengasuh asing berkiprah di iSC. bermakna , mereka semestinya menegakkan aturan. Jangan hingga di putaran ke-2 iSC hal setype ini tetap berlangsung," tutur Akmal.

"Badan Olahraga ahli (BOPi) selaku kaki tangan pemerintah juga tak boleh tinggal diam kepada pekerja ilegal di sepakbola indonesia. Kalau didiamkan sama saja bermakna ‘mengkhianati’ negara," imbuhnya.

Lebih lanjut, Akmal menambah, pemerintah harus lakukan tindakan tegas kepada pelbiaya ini. Masalahnya, Perihal ini membuat datang kerugian bagi negara.

"Club peserta dan pengurus bidang kompetisi harus ditindak cocok atau sepadan aturan hukum yang berlaku disebabkan telah lakukan pelanggaran aturan negara. Club dan pengurus bidang yang membiarkan dan melakukan pembenaran kepada masalah ini bisa dicabut izin usacuma bila mengaju pada Permenakertrans nomor 12 Tahun 2013," ia menandaskan.

Tags: #ISC

Leave a reply "SOS Sebut Mayoritas Pemain dan Pelatih Asing di ISC Ilegal"

Author: 
    author